Featured Article

Senin, 27 Februari 2017

Monteng, Senjata Khas Peninggalan Pak Sakerah



Sekilas jika melihat senjata ini bentuknya mirip Kujang (senjata tradisonal dari Jawa Barat) tetapi bentukya lebih besar dan panjang. Gagangnya seperti Celurit (senjata khas Madura). Jadi bisa dikatakan bentuknya seperti perpaduan keduanya. Gagangnya yang panjang dapat dipakai untuk memegang dengan dua tangan. Nama senjata ini adalah Monteng, senjata yang dipakai oleh Pak Sakerah yang bernama asli Sagiman. Ya, siapa yang tidak kenal pak Sakerah. Tokoh yang sangat legendaris dan sering dimainkan dalam cerita ludruk bahkan pernah diangkat ke layar lebar. Selama ini kita mengenal senjata yang dipakai pak Sakerah adalah celurit, tetapi sebenarnya adalah monteng.
Fungsi asli dari Monteng adalah untuk memotong tebu. Pak Sakerah memang dikenal sebagai mandor tebu di daerah Bangil Pasuruan pada jaman Belanda. Karena tak tahan melihat kesewenang-wenangan Belanda terhadap penduduk pribumi akhirnnya Pak Sakerah melakukan perlawanan. Yang akhirnya Pak Sakerah dicap sebagai pemberontak oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Perlawanan Pak Sakerah menggunakan senjata monteng.
 
Saat ini Monteng dikenalkan kembali kepada seluruh masyarakat dengan harapan bisa dikenal dan diterima sebagai senjata khas Kabupaten Pasuruan. Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kab. Pasuruan (DK3P) Bagong Sinukarto menjelaskan, bahwa Monteng ini berbeda dengan yang ada di Madura. Beliau juga menyatakan bahwa telah melakukan dialog dan diskusi dengan berbagai pihak, mulai budayawan hingga akademisi sehingg beliau berani  memastikan jika Monteng adalah senjata khas Kab. Pasuruan.

Senin, 20 Februari 2017

Grebeg Sampah Kali Ruji



Sungai adalah urat nadi kehidupan. Manusia, hewan dan tumbuhan banyak menggantungkan kebutuhan airnya dari sungai. Bilamana sungai tercemar maka akan langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup mereka. Saat ini banyak sungai yang tercemar oleh limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Oleh karenanya pemuda-pemudi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) bekerjasama dengan Karang Taruna Bina Muda serta Badan Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan Grebek Sampah Kali Ruji. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (19/02) bertempat di Lingkungan RW 05 Kel. Pecalukan ini diikuti oleh berbagai elemen yang terdiri dari unsur LSM, Sekolah, perusahaan dan perorangan. 
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 diawali dengan upara pembukaan yang dipimpin oleh Bpk. Muhaimin Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Pasuruan. Kemudian peserta diajak bersama-sama menuju Kali Ruji dengan membawa karung untuk bersama-sama mengambil sampah yang ada di dalam Kali Ruji. Dari kegiatan ini banyak sekali sampah yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Melalui kegiatan ini diharapkan warga sekitar ikut tergugah dan sadar sehingga ikut menjaga kebersihan sungai mereka.
 
Selain grebeg sampah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kegiatan menggambar mural di tembok rumah warga dan pagelaran musik Reggae dari beberapa grub band lokal. Ada juga kegiatan pembagian tali asih dari Kantor Pos kepada para petugas kebersihan dan bantuan tempat sampah dari PT. Coca-Cola. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11 siang dengan acara makan nasi bungkus bersam seluruh peserta.

Blog Arsip

Jumlah Kunjungan