Selasa, 09 April 2019

Sosialisasi Ketentuan Perundang-Undangan Di Bidang Cukai Gelombang II Digelar Hari Ini

Sambutan Ketua Forum KIM Kabupaten Pasuruan Pada Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Perundang-Undangan di bidang Cukai Gelombang II
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan kembali menggelar acara Sosialisasi ketentuan Perundang-Undangan di Bidang Cukai gelombang II tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni Selasa-Rabu tanggal 9-10 April 2019 ini digelar di Tanjung Plaza Hotel Tretes dan diikuti kurang lebih seratus peserta dari 23 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan pengurus Telecenter se Kabupaten Pasuruan. Secara keseluruhan acara sosialisasi ini akan dilaksanakan sebanyak lima gelombang, yaitu gelombang I yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 April hingga gelombang V pada tanggal 26 April 2019. 

Walaupun hampir setiap tahun acara semacam ini digelar Kominfo Kabupaten Pasuruan semenjak tahun 2016, ada perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya terutama pada materi dan narasumber yang dihadirkan. Selain dari dua narasumber tetap yaitu dari staff Bidang Perekonomian Setdaprof Jatim dan staff Bea Cukai Pabean Pasuruan, Kominfo juga menghadirkan praktisi E Commerce dari Bukalapak, Bappeda Kabupaten Pasuruan dan Forum KIM Kabupaten Pasuruan. Hal ini dimaksudkan agar pengurus dan anggota KIM bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan perubahan di era digital.


Dalam sambutannya pada pembukaan acara, ketua Forum KIM Kabupaten Pasuruan Hadi Sucipto menyampaikan bahwa KIM kedepan akan menempati peran yang strategis ditengah derasnya arus informasi yang diterima masyarakat modern. Dengan semakin mudahnya akses informasi dari sumber yang beragam, justeru semakin membingungkan masyarakat dalam memilah dan memilih informasi yang benar dan bermanfaat. Disinilah peran penggiat KIM semakin dibutuhkan. "Ada banyak potensi desa yang tidak pernah terekspose oleh media mainstream, karena media lebih suka memberitakan seputar elit politik. Sehingga obrolan masyarakat diwarung-warung kopi juga seputar itu-itu juga. Tidak ada lagi kepedulian warga pada potensi daerahnya. Alhamdulillah, dengan adanya KIM sekarang mulai banyak potensi desa yang terangkat." kata Hadi.


0 komentar:

Posting Komentar