Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Info Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2019

Meminimalisir Resiko Bencana, BPBD Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Kewaspadaan

Grebek Sampah salah satu bentuk upaya warga untuk meminimalisir bencana
Mengantisipasi terjadinya bencana di masa puncak musim hujan saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) intens meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam yang berpotensi mengakibatkan bencana. Baik banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menyikapi tingginya resiko bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan terutama di musim penghujan.

Diantara skenario pengurangan resiko bencana dilakukan dengan rajin menghimbau masyarakat agar sadar bencana serta mampu mengurangi resiko bencana. Artinya, masyarakat mampu mengenali ancaman bencana untuk kemudian disikapi langsung. Misalnya, pemaprasan pohon-pohon besar/ tua yang berpotensi roboh/ keropos jika terjadi angin kencang.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan bencana agar dapat mereduksi resiko bencana. Terutama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya sadar bencana. Jika sudah ada kesadaran, maka mereka bisa lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana”, tuturnya pagi tadi, Rabu (2/1/2019) pada saat dikonfirmasi Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Pasuruan intens bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda melalui sistem informasi monitoring pengiriman data curah hujan. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan bencana seperti PU Bina Marga, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kecamatan dalam melakukan mitigasi bencana.

“Di SK Bupati tentang Siaga Bencana kan sudah disebutkan jika seluruh OPD yang berhubungan dengan penanganan bencana wajib melakukan mitigasi terhadap kondisi hidrometeorologi yang bisa sebabkan bencana. Ini berlaku sejak Desember 2018 sampai Maret 2019. Pastinya prosesnya harus sesuai dengan SOP yang berlaku”, terangnya.

Bakti menambahkan, hal terpenting dalam penanganan bencana adalah penyelamatan manusia agar jangan sampai ada korban atau zero victim. Setidaknya ada lima ribu relawan siap untuk membantu masyarakat dalam menghadapi bencana. Sementara itu, hasil dari pemetaan kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Pasuruan ada sepuluh Kecamatan. Masing-masing, Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Grati, Gondangwetan, Nguling, Rejoso, Pohjentrek dan Winongan.

Sebelumnya, dalam Apel Siap Siaga Penanggulangan Bencana di halaman Sentra Produk Unggulan, Pogar Bangil, (5/12/2018), Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyampaikan bahwa Pemkab Pasuruan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal kebencanaan. Diantaranya Kementrian Pekerjaan Umum untuk melakukan normalisasi sungai Kedunglarangan, pelebaran dan pendalaman sungai dari Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil sampai ke selat Madura. (Eka Maria) Repost

Kamis, 20 Juli 2017

Eh, Di Tretes Ada Monkey Forest Lho..



Pernah berkunjung ke monkey forest yang ada di Ubud Bali? Melihat monyet-monyet liar dari dekat di habitat aslinya merupakan sebuah pengalaman yang menarik. Tak kalah dengan Ubud di Tretes pun masih banyak dihuni oleh kawanan monyet liar terutama monyet ekor panjang berbulu abu-abu (Macaca fascicularis). Monyet-monyet ini biasanya muncul didekat pemukiman penduduk di pagi dan sore hari. Mereka datang bergerombol bergantungan dipohon dan tak jarang mereka naik ke atap rumah warga yang rumahnya dekat hutan. Saat ini habitat mereka semakin terdesak dengan bertambahnya permukiman warga. Akibatnya sumber makanan merekapun semakin berkurang. Tak jarang mereka harus mencari makan diantara tumpukan sampah buangan warga.

Jika dikelola dengan baik, kawanan monyet ini sebenarnya berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata kawasan Tretes. Sayangnya hal ini belum dilakukan oleh pemerintah daerah. Sehingga alih-alih menjadi daya tarik wisata, justeru keberadaan monyet-monyet liar ini malah dianggap pengganggu oleh warga. Butuh solusi yang tepat agar keberadaan kawanan monyet ini bisa bermanfaat dan habitat mereka pun selamat.


Kamis, 22 Juni 2017

Tretes High Land


Bagi para penggemar hiking dengan track yang menantang, ada satu spot di Tretes yang cukup menarik untuk dijelajahi. Orang lokal menyebutnya Kokopan, selter atau tempat peristirahatan pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Welirang atau Gunung Arjuno. Terletak di ketinggian ± 2.250 Mdpl, Kokopan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3-5 jam perjalanan dari pos pendakian Tahura. Dari Pos pendakian kita berjalan mengikuti jalan aspal sekitar 200 meter maka kita akan sampai di pintu masuk Taman Wisata Air Terjun Kaket Bodo yang berada di belakang hotel Surya. Dari pintu masuk ini jalanan sudah di semen hingga Pos Pet Bocor. Hingga Pet Bocor jalur masih rapi disemen dengan kemiringan yang sangat tajam, sehingga bisa dijadikan pemanasan perjalanan yang cukup menguras nafas dan tenaga. Dengan suasana lingkungan yang bersih dan sejuk karena masih terlindungi oleh pohon-pohon besar.


Dari Pet Bocor perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalanan berbatu yang sudah rusak. Jalur sangat lebar bisa dilewati Jip, dengan kondisi alam yang terbuka, jarang terdapat pohon, dan dikiri kanan jalan hanya ditumbuhi alang-alang dan ditanami pisang untuk mengatasi alang-alang. Jalur ini biasa digunakan oleh Jip pengangkut belerang hingga Pos Kokopan. Di sepanjang jalur ini akan disuguhi pemandangan ke arah Tretes dan gunung Penanggungan yang sangat indah. Setelah berjalan kurang lebih 3-5 jam maka sampailah kita pada Kokopan. Karena tempat ini adalah tempat pemberhentian para penambang belerang, maka kita akan menemui pondok-pondok yang didirikan para penambang untuk beristirahat. Ada juga warung yang hanya buka pada hari-hari libur saja. Disana juga terdapat sungai kecil yang airnya cukup melimpah.

Dari atas kokopan kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa. Kita serasa terbang diatas awan dan memandang ke bawah. Dari sini kita bisa melihat kota Tretes dan kota-kota yang lain di bawahnya. Bagi penggemar selfie, ada banyak spot yang bagus untuk berfoto ria. Tapi karena posisi tempat ini cukup tinggi maka disarankan untuk waspada agar tidak terjatuh. Jangan lupa untuk membawa baju hangat karena hawanya cukup dingin bahkan sering berkabut.

Kamis, 18 Mei 2017

Sejuta Pesona Tanaman Hias Ledug


Berbicara tanaman hias untuk keperluan taman rumah atau kantor, Ledug adalah surganya. Disini anda bisa memilih aneka jenis tanaman mulai dari yang kecil hingga yang besar, yang termurah hingga termahal. Apalagi setelah Pemkab. Pasuruan membangun sentra tanaman hias yang terletak didekat arena pacuan kuda Ledug, semakin menambah jumlah koleksi tanaman disana. Dari sejarahnya Ledug memang dikenal sebagai penghasil tanaman hias sejak dahulu. Banyak tenaga-tenaga profesional jasa pembuatan taman juga dihasilkan dari sini. Hampir seluruh warganya sudah akrab dengan tanaman hias sejak kecil. Maka jangan heran kalau kita berjalan-jalan ke Ledug akan banyak kita temui tanaman hias berjajar-jajar rapi di depan halaman rumah-rumah penduduk.

Salah seorang pemborong jasa pembuatan taman, Efendik, mengatakan, jika selama ini hampir seluruh proyek yang dikerjakan olehnya kebutuhan tanamannya disuplai dari Ledug. Selain murah kualitas tanamanny juga bagus-bagus. Bahkan jika pembeliannya dalam jumlah besar bisa dikirim. Jadi bagi anda yang membutuhkan tanaman hias, Ledug bisa jadi pilihan yang tepat untuk memuaskan selera anda.



Sabtu, 25 Maret 2017

Kembang Kresek, Si Cantik Yang Ramah Lingkungan

 
Reduce, Reuse, Recycle adalah jargon yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan saat ini sampah menjadi salah satu permasalahan pembangunan modern terutama kemasan plastik. Dengan masa pemakaian yang hanya hitungan menit, waktu yang dibutuhkan alam untuk mengurai sampah plastik bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Maka jangan heran jika sampah plastik semakin hari semakin menggunung mengotori dan mencemari lingkungan sekitar kita. 




Diantara sampah plastik yang menggunung, plastik kresek adalah yang terbanyak. Sehingga saat ini pemerintah dan LSM sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan pengurangan penggunaan kresek untuk belanja. Selain dengan mengurangi pemakaian, solusi yang lain adalah dengan mendaur ulang atau memanfaatkan kresek bekas untuk sesuatu yang bermanfaat agar tidak mencemari lingkungan. Hal inilah yang mengilhami ibu-ibu bank sampah KISS Kelurahan Pecalukan untuk memanfaatkan kresek bekas sebagai bahan pembuatan bunga kresek. Lewat tangan tangan-tangan kreatif limbah kresek bekas ini disulap menjadi bunga-bunga cantik aneka bentuk. Selain murah, pembuatan kembang kresek ini juga relatif mudah. Bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah di peroleh. Untuk pembuatan kembang kresek ini bahan yang dibutukan selain kresek bekas adalah kawat, benang dan lem tembak. Sedangkan alatnya adalah gunting dan pemotong kawat. Jika sudah jadi bunga kresek ini akan terlihat cantik dan bisa dijual sebagai tambahan penghasilan untuk ibu-ibu rumah tangga.

Senin, 20 Februari 2017

Grebeg Sampah Kali Ruji



Sungai adalah urat nadi kehidupan. Manusia, hewan dan tumbuhan banyak menggantungkan kebutuhan airnya dari sungai. Bilamana sungai tercemar maka akan langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup mereka. Saat ini banyak sungai yang tercemar oleh limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Oleh karenanya pemuda-pemudi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) bekerjasama dengan Karang Taruna Bina Muda serta Badan Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan Grebek Sampah Kali Ruji. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (19/02) bertempat di Lingkungan RW 05 Kel. Pecalukan ini diikuti oleh berbagai elemen yang terdiri dari unsur LSM, Sekolah, perusahaan dan perorangan. 
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 diawali dengan upara pembukaan yang dipimpin oleh Bpk. Muhaimin Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Pasuruan. Kemudian peserta diajak bersama-sama menuju Kali Ruji dengan membawa karung untuk bersama-sama mengambil sampah yang ada di dalam Kali Ruji. Dari kegiatan ini banyak sekali sampah yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Melalui kegiatan ini diharapkan warga sekitar ikut tergugah dan sadar sehingga ikut menjaga kebersihan sungai mereka.
 
Selain grebeg sampah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kegiatan menggambar mural di tembok rumah warga dan pagelaran musik Reggae dari beberapa grub band lokal. Ada juga kegiatan pembagian tali asih dari Kantor Pos kepada para petugas kebersihan dan bantuan tempat sampah dari PT. Coca-Cola. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11 siang dengan acara makan nasi bungkus bersam seluruh peserta.

Blog Arsip

Jumlah Kunjungan