Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Info UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info UMKM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Mei 2017

Sejuta Pesona Tanaman Hias Ledug


Berbicara tanaman hias untuk keperluan taman rumah atau kantor, Ledug adalah surganya. Disini anda bisa memilih aneka jenis tanaman mulai dari yang kecil hingga yang besar, yang termurah hingga termahal. Apalagi setelah Pemkab. Pasuruan membangun sentra tanaman hias yang terletak didekat arena pacuan kuda Ledug, semakin menambah jumlah koleksi tanaman disana. Dari sejarahnya Ledug memang dikenal sebagai penghasil tanaman hias sejak dahulu. Banyak tenaga-tenaga profesional jasa pembuatan taman juga dihasilkan dari sini. Hampir seluruh warganya sudah akrab dengan tanaman hias sejak kecil. Maka jangan heran kalau kita berjalan-jalan ke Ledug akan banyak kita temui tanaman hias berjajar-jajar rapi di depan halaman rumah-rumah penduduk.

Salah seorang pemborong jasa pembuatan taman, Efendik, mengatakan, jika selama ini hampir seluruh proyek yang dikerjakan olehnya kebutuhan tanamannya disuplai dari Ledug. Selain murah kualitas tanamanny juga bagus-bagus. Bahkan jika pembeliannya dalam jumlah besar bisa dikirim. Jadi bagi anda yang membutuhkan tanaman hias, Ledug bisa jadi pilihan yang tepat untuk memuaskan selera anda.



Sabtu, 25 Maret 2017

Kembang Kresek, Si Cantik Yang Ramah Lingkungan

 
Reduce, Reuse, Recycle adalah jargon yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan saat ini sampah menjadi salah satu permasalahan pembangunan modern terutama kemasan plastik. Dengan masa pemakaian yang hanya hitungan menit, waktu yang dibutuhkan alam untuk mengurai sampah plastik bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Maka jangan heran jika sampah plastik semakin hari semakin menggunung mengotori dan mencemari lingkungan sekitar kita. 




Diantara sampah plastik yang menggunung, plastik kresek adalah yang terbanyak. Sehingga saat ini pemerintah dan LSM sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan pengurangan penggunaan kresek untuk belanja. Selain dengan mengurangi pemakaian, solusi yang lain adalah dengan mendaur ulang atau memanfaatkan kresek bekas untuk sesuatu yang bermanfaat agar tidak mencemari lingkungan. Hal inilah yang mengilhami ibu-ibu bank sampah KISS Kelurahan Pecalukan untuk memanfaatkan kresek bekas sebagai bahan pembuatan bunga kresek. Lewat tangan tangan-tangan kreatif limbah kresek bekas ini disulap menjadi bunga-bunga cantik aneka bentuk. Selain murah, pembuatan kembang kresek ini juga relatif mudah. Bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah di peroleh. Untuk pembuatan kembang kresek ini bahan yang dibutukan selain kresek bekas adalah kawat, benang dan lem tembak. Sedangkan alatnya adalah gunting dan pemotong kawat. Jika sudah jadi bunga kresek ini akan terlihat cantik dan bisa dijual sebagai tambahan penghasilan untuk ibu-ibu rumah tangga.

Minggu, 12 April 2015

Melek Asuransi, UKM Pasuruan Makin Mantap Menghadapi MEA 2015


Dalam rangka meningkatkan kesadaran berasuransi khususnya bagi para pelaku UKM di Pasuruan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Dunia beserta tiga Asosiasi Asuransi mengadakan acara Sosialisasi Asuransi Mikro Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Watuagung Prigen tersebut bertujuan menyosialisasikan produk-produk asuransi mikro yang sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pelaku UKM.
Tujuan asuransi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pendapatan rendah, jadi ketika mereka mengalami kematian atau gagal usaha atau ada kerusakan rumah atau kiosnya ada penggantian dana yang digantikan selama penghasilan mereka hilang selama musibah atau bencana.
Ada tiga produk asuransi mikro yang diperkenalkan, yaitu “Si Bijak”, “Si Peci”, dan Warisanku. Ketiga produk asuransi mikro  ini memiliki karakteristik sederhana, mudah, ekonomis, dan segera (SMES). Sangat jauh berbeda dengan produk-produk asuransi yang selama ini beredar di pasaran yang terkenal ribet dan banyak persyaratannya.
Diharapkan dengan semakin sadarnya para pelaku UKM di Indonesia terhadap pentingnya berasuransi, akan semakin meningkatkan daya saing dan kesejahteraan mereka. Dan para pelaku UKM semakin siap untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat pada saat dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.

Rabu, 08 April 2015

Guyubnya Paguyuban Pedagang Kaki Lima Tretes


Setiap awal bulan, Paguyuban Pedagang Wisata Pecalukan (PPWP) selalu menggelar pertemuan rutin yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota. Dalam pertemuan rutin ini banyak hal yang dibahas seputar permasalahan di lapangan. Selain itu untuk memperkuat kerukunan di selenggarakan juga arisan anggota.



Fungsi dari PPWP sangatlah vital dalam sektor pariwisata Tretes, karena pedagang kaki lima yang tersebar mulai depan hotel Surya hingga ke kawasan Limas adalah ujung tombak pelayanan wisatawan. Merekalah yang mewakili “wajah”Tretes di mata tamu. Jika pelayanan yang diberikan ramah dan menyenangkan maka baiklah nama Tretes. Sebaliknya jika pelayanan mereka jelek dan mengecewakan, maka buruklah nama Tretes.


Minggu, 19 Oktober 2014

Oleh - Oleh Khas Kota Dingin Tretes



Ketika kita mendengar kata Tretes, apa yang mungkin terbayang di benak kita? Villa2-nya yang bertebaran bak jamur di musim hujan? Jalan2 naik kuda? Atau..(ehem-ehem..) cewek2-nya barangkali? hehehehe... 
Tapi ada satu hal yang pasti jangan pernah dilewatkan jika kita pergi jalan-jalan ke kota dingin Tretes. Apa itu? Wisata kulinernya yang tersebar di sepanjang jalan. Ada jagung bakar, minuman ronde, sate, bakso dll. yang siap memanjakan lidah dan perut kita nyaaammm.... 

Selain itu, ada lagi yang khas di Kota Tretes yaitu Telor Asin Asap. Dibuat dari telor bebek pilihan dan di asinkan selama 10 hari, kemudian di bakar menggunakan batok kelapa, sehingga rasanya jadi  lebih gurih, lebih masir, lebih enak dan tahan lama masa simpannya. Bau amis telor jadi berkurang, digantikan dengan aroma bakar yang khas. Kulit telor berwarna coklat mengkilap keemasan, sehingga sangat menarik dan menggugah selera.

 

 



Disamping itu, telor asap ini juga dikemas dengan bentuk yang menarik. Packing-nya menggunakan tali dari rumput mendong yang artistik dan elegan, sehingga sangat pas buat oleh-oleh orang tercinta. Sengaja menghindari kemasan plastik untuk menghindari limbah yang berbahaya bagi bumi kita. GO GREEN maannn ....!!!


Jadi, bagi anda yang berkunjung ke kota Tretes jangan lupakan oleh2 yang satu ini. Jika tidak sempat ke Tretes, tidak perlu kuatir. Anda bisa pesan, dan barang akan langsung dikirim ke alamat anda.
 
Untuk pemesanan Hubungi : 
Hadi Telp. 082 333 444 050, 0857 3125 6878
email : telorasaptretes@gmail.com 
telorasinasaptretes.blogspot.com 

Selasa, 09 September 2014

Kesiapan Koperasi-UKM Indonesia menatap era MEA 2015







Jakarta (ANTARA News) - Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia.

Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara.

Melalui MEA akan terjadi integrasi yang berupa "free trade area" (area perdagangan bebas), penghilangan tarif perdagangan antar negara ASEAN, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas, yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara.

Ibarat pisau bermata dua manfaat dari implementasi MEA itu bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia tentu tergantung pada cara menyikapi era pasar bebas tersebut.

Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan dunia usaha di Indonesia dalam menghadapi era MEA 2015?

Untuk menghadapi era pasar bebas se-Asia Tenggara itu, dunia usaha di Tanah Air tentu harus mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan dengan negara ASEAN lainnya, tak terkecuali sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM).

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan bahwa persiapan Koperasi dan UKM nasional untuk menghadapi era MEA sudah cukup baik.

"Sejauh ini persiapan Koperasi dan UKM kita untuk menghadapi era MEA 2015 ini cukup bagus. Persiapan sampai saat ini untuk menghadapi MEA itu kurang lebih 60 sampai 70 persen," kata Syarief Hasan.

Sebagai persiapan, menurut dia, pemerintah telah melaksanakan beberapa upaya strategis, salah satunya pembentukan Komite Nasional Persiapan MEA 2015, yang berfungsi merumuskan langkah antisipasi serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan KUKM mengenai pemberlakuan MEA pada akhir 2015.

Adapun langkah-langkah antisipasi yang telah disusun Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu pelaku KUKM menyongsong era pasar bebas ASEAN itu, antara lain peningkatan wawasan pelaku KUKM terhadap MEA, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk KUKM lokal, penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Namun, Syarif menyebutkan salah satu faktor hambatan utama bagi sektor Koperasi dan UKM untuk bersaing dalam era pasar bebas adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku KUKM yang secara umum masih rendah.

"Untuk meningkatkan kualitas pelaku KUKM, kami melaksanakan berbagai pembinaan dan pelatihan, baik yang bersifat teknis maupun manajerial. Namun, banyaknya tenaga kerja yang tidak terampil tentu berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Syarief, pihaknya melakukan pembinaan dan pemberdayaan KUKM yang diarahkan pada peningkatan kualitas dan standar produk, agar mampu meningkatkan kinerja KUKM untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

"Sektor Koperasi dan UKM yang paling penting untuk dikembangkan dalam menghadapi MEA 2015 itu  yang terkait dengan industri kreatif dan inovatif, handicraft, home industry, dan teknologi informasi," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya meningkatkan akses dan transfer teknologi untuk mengembangkan pelaku UKM inovatif sehingga nantinya mampu bersaing dengan pelaku UKM asing.

Peningkatan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), menurut dia, diperlukan para pelaku UKM di Indonesia untuk menghadapi persaingan usaha yang makin ketat, khususnya dalam menghadapi MEA.

"Para pelaku UKM harus memanfaatkan teknologi seluas-luasnya untuk mengembangkan usahanya sehingga mereka bisa cepat maju dan siap bersaing secara global," ujarnya.

Ia menyatakan, sejauh ini dengan meningkatnya pemanfaatan TIK dalam kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam negeri yang didorong melalui kerja sama pemerintah dengan pihak swasta, daya saing UKM Indonesia pun makin meningkat.

Hal itu, kata dia, terbukti dari data terbaru yang dikeluarkan oleh "World Economic Forum" bahwa peringkat daya saing UKM Indonesia naik dari nomor 52 menjadi nomor 38.

"Indeks daya saing kita (di antara negara ASEAN) itu 4,1 sama dengan Thailand. Kita hanya kalah dari Singapura dan Malaysia," ungkapnya.

Namun, ia meyakini dalam waktu dua tahun daya saing KUKM di Tanah Air dapat sejajar dan bahkan mengungguli Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, dari pihak Kementerian Perindustrian juga tengah melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan terhadap sektor industri kecil menengah (IKM) yang merupakan bagian dari sektor UMKM.

"UMKM bidang industri memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Pembinaan ini diarahkan agar IKM berdaya saing global," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Ia mengatakan penguatan IKM berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja dan menghasilkan barang atau jasa untuk dieskpor.

Kedua menteri tersebut pun menyatakan upaya-upaya strategis dalam menghadapi MEA 2015 akan terus dilakukan. Selain itu, koordinasi dan konsolidasi antar lembaga dan kementerian pun terus ditingkatkan sehingga faktor penghambat dapat dieliminir.

"Maka Koperasi dan UKM dalam negeri harus meningkatkan kualitas dan kinerja untuk menyambut MEA 2015. Kita harus bisa menjadi 'market leader', terutama di pasar sendiri. Saatnya kita maju dan mandiri dalam menghadapi pasar bebas," ucap Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan.
Editor: Unggul Tri Ratomo

Senin, 26 Mei 2014

Pemberdayaan UMKM





DINKOP & UMKM Jatim Siapkan Program Pemberdayaan KUMKM
Guna mengantisipasi dampak berlangsungnya krisis finansial global, Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop & UMKM) Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah program yang ditujukan memberdayakan kiprah koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM). Program-program yang mengarah terhadap pemberdayaan KUMKM perlu dioptimalkan, karena sektor usaha tersebut bisa dijadikan katup pengaman bagi dampak yang ditimbulkan berlangsungnya krisis finansial global. Masalahnya, krisis tersebut berakibat menurunnya kinerja sektor riil terutama volume ekspor turun.
Tidak optimalnya kapasitas produksi di kalangan industri manufaktur otomatis akan mengakibatkan pengurangan jumlah tenaga kerja alias pemutusan hubungan kerja (PHK). Korban PHK itu memunculkan usaha baru skala mikro kecil.Sekretaris Dinkop & UMKM Jatim, Sularso, mengatakan langkah-langkah pemberdayaan KUMKM yang ditetapkan tahun ini berupa enam program meliputi: program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif KUMKM, program pemberdayaan usaha skala mikro, program pengembangan sistem pendukung usaha KUMKM.
Selain itu, program penciptaan iklim usaha, program peningkatan kualitas kelembagaan dan program pengembangan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat miskin.Menurut dia, arah kebijakan tersebut adalah pengembangan KUMKM dan kelembagaan, sebagai upaya memberikan kontribusi peningkatan pendapatan kelompok pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan berwawasan gender.“Kebijakan itu diarahkan pula terhadap perluasan basis dan kesempatan berusaha, wirausaha baru, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” paparnya, belum lama ini.
Dalam program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM antara lain dilakukan peningkatan sumberdaya manusia pengelola koperasi dan UMKM berupa diklat terhadap 720 orang. Terkait dengan langkah tersebut juga dilakukan pemberdayaan sentra UKM dan pengembangan trading house.
Pentingnya mempromosikan produk UMKM juga menjadi fokus perhatian Dinkop & UMKM Jatim, termasuk perkuatan dana bergulir pengembangan potensi penumbuhan wirausaha baru melalui pembiayaan dana bergulir Rp400 juta. Fasilitasi pengembangan usaha kecil antara lain diberikan kursus singkat terhadap 18.000 orang pekerja mitra produksi sigaret (MPS) yang bermitra dengan PT HM Sampoerna.
“Pengembangan sistem pendukung usaha KUMKM juga diwujudkan dalam bentuk pengembangan jaringan usaha, kemitraan,m produksi koperasi dan UMKM,” kata Sularso.Di sektor koperasi dialokasikan pembiayaan bergulir Rp2,2 miliar untuk pemberdayaan koperasi simpan pinjam/unit simpan pinjam (KSP/USP). Sentra perkulakan koperasi (senkuko) tahun ini juga dikembangkan dengan pembiayaan dana bergulir senilai Rp1 miliar.
Koperasi yang menjalankan kegiatan usaha di bidang pangan sistem bank padi dikembangkan dengan pembiayaan bergulir Rp2 miliar. Sistem yang menyerap gabah petani itu telah berjalan di beberapa kabupaten di Jatim sejak beberapa tahun lalu.Sularso menambahkan kualitas kelembagaan koperasi akan ditingkatkan lagi melalui fasilitasi perkuatan hukum dan advokasi bagi pengembangan koperasi, akuntabilitas koperasi dan penumbuhan koperasi berkualitas. Penataan organisasi dan manajemen pengelolaan koperasi sekaligus apresiasi koperasi berprestasi.

Blog Arsip

Jumlah Kunjungan